Malam telah datang bintangpun kini bermunculan,aku termenung duduk di depan kamar Sendirian dan hanya di temani sebatang rokok dan segelas kopi hangat. Sambil menyalakan rokok dan meminum segelas kopi,aku memandangi langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang terlihat indah. aku terus memandangi langit dan bintang sehingga aku larut dalam bayangan seseorang yang paling aku sayangi. dialah Ibu yang sekarang sudah tidak lagi berada disampingku, aku terus menatap langi dengan perasaan kesendirian dan juga kesepian. aku membayangkan Dia yang sedang berada jauh disana,yang tak mungkin aku bisa bersamanya lagi.
Aku termenung dan mulai diliputi rasa sedih dan kesepian. Walaupun aku kini sudah beranjak dewasa, terkadang aku merasa iri terhadap teman-temanku yang masih bisa bersama dengan Ibu mereka setiap saat dan setiap detiknya. Aku terus membayangkan kebahagian dan kesempurnaan keluargaku yang dulu,yang kini tidak bisa aku rasakan lagi,karena hilangnya peran seorang Ibu untuk selamnya yang tidak mungkin lagi untuk kembali.
Aku sering berpikir,"kapan aku bisa bertemunya lagi?",dan "kapan aku bisa merasakan lagi kesedihan dan kebahagian di pelukannya?".hingga larut malam,rokok yang ada ditanganku pun mulai habis dan secangkir kopi pun mulai habis.Hingga pada saat itu aku tersadar bahwa aku tetep berjuang walaupun di terjang rasa kesepian dan kesendirian untuk membahagiakan dia yang berada nun jauh disana. Aku akan terus berusaha untuk membuatnya bahagia,dan tersenyum disana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar